Tantangan nyata di pasar energi dan HVAC modern saat ini bermuara pada satu fakta sederhana: energi bukan lagi sekadar komponen biaya—ini adalah indikator utama keberlanjutan korporasi dan kelangsungan operasional. Ketika regulasi global dan domestik mendorong industri menuju target dekarbonisasi yang ketat, strategi energi standar terbukti tidak lagi memadai. Agar tetap kompetitif, proyek skala besar seperti pusat data (data center), pusat pendinginan distrik (district cooling), dan kompleks industri besar harus memaksimalkan utilitas dari setiap unit bahan bakar yang dikonsumsi.
Standar efisiensi total ini dapat diwujudkan melalui sistem Combined Cooling, Heating, and Power (CCHP), atau yang dikenal sebagai tri-generasi.
Di jantung sistem CCHP yang berefisiensi tinggi terletak unit absorption chiller. Ketika sebuah fasilitas memproduksi listriknya sendiri secara mandiri menggunakan turbin atau mesin gas, sebagian besar energi primer biasanya terbuang sebagai gas buang panas. BROAD Absorption Chiller menangkap energi termal sisa ini dan langsung mengubahnya menjadi air dingin (chilled water) berkapasitas besar untuk kebutuhan pendinginan ruangan atau proses industri, menghasilkan listrik, pemanas, dan pendingin secara bersamaan dari satu sumber bahan bakar.
Melalui integrasi chiller non-elektrik khusus dari BROAD ke dalam skema tri-generasi, efisiensi energi total proyek dapat meningkat hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan sistem pendingin elektrik biasa. Langkah ini menghadirkan solusi pendinginan dengan emisi sangat rendah yang beroperasi dengan biaya energi minimal. Berbekal rekam jejak proyek internasional selama puluhan tahun serta tim teknik lokal yang berdedikasi di Indonesia, BROAD menyediakan eksekusi teknis yang andal dan sistem bersertifikasi pabrik untuk mewujudkan target pengurangan emisi karbon perusahaan Anda.